-->
  • About
  • Contact
  • Sitemap
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Buki Lawang

Lirik Lagu Karo

Download Lirik Lagu Daerah Karo Terpopuler

  • Home
  • About
  • Kontak
  • Sitemap
  • Dropdown Menu ▼
    • Sub Menu1
    • Sub Menu2
    • Sub Menu3
    • Sub Menu4
    • Sub Menu5

16 November 2012

Home » Agama Pemena , budaya Karo , cerita rakyat , Turi-turin (cerita) » Terjadinya Alam Semesta

Terjadinya Alam Semesta

  Unknown     16 November 2012

 Begu(roh) Dibata Simada Kuasa(Tuhan Yang Maha Kuasa) Sinepa Langit Ras Doni(Khalik Smesta Alam) terbang melayang-layang mengarungi alam semesta yang baru saja dijadikanNya. DilihatNya ada yang kurang dan itu tidaklah sempurna jikalau tiada yang mendiami serta merawatnya, maka terpikirlah olehNya untuk menciptakan mahluk yang akan mendiami karya ciptaanNya itu. DijadikanNya-lah suan-suanen(tumbuhan), rubia-rubia(hewan), serta  jelma(manusia), bahkan begu (roh) untuk mendiami ciptaanya itu.

Cakrawala. Sumber: google image
           Kala itu tiadalah perbedaan antara segala yang diciptakan Dibata, tak terkecuali manusia, bahkan antara dunia roh(alam gaib) dengan dunianya mahluk hidup juga belum memiliki batas dan masih bersatu dan bebas berinteraksi satu dengan lainnya. Kelabilannya membuat manusia sama dan sederajat dengan segala yang ada di alam semesta. Alam atas(surgawi), tengah (bumi), dan bawah(neraka/baka) bersatu dan tanpa satu batasan. Melihat kelabilan ini maka, Dibatamenempatkan ketiga anakNya untuk menjaga dan menguasai ketiga alam itu agar kelangsungan hidup di tiga alam tersebut dapat berjalan dengan baik. Dibata Datas (Kaci-kaci), adalah anak Dibata yang tinggal dan berkuasa di alam atas yang dilambangkan dengan page(padi; karena padi buahnya diatas), Dibata Tengah(Banua Koling) tinggal serta berkuasa atas alam tengah(alamnya segala mahluk hidup) yang dilambangkan dengan jong/jaung(jagung; jagung buahnya ditengah), dan Dibata Teruh (Paduka Ni Aji) yang dilambangkan dengan gadung(ubi; ubi buahnya dibawah) berkuasa atas neraka(alam bawah/baka). * hampir sama halnya dalam kepercayaan Hinduyang mempercayai penjelmaan Dibata itu dalam tiga wujut, yakni: 1. Brahmana(Pencipta Alam), 2. Waisya (Pemelihara Alam), dan Syiwa (Perusak Alam). Itulah ketiga anak Dibata yang masing-masing memiliki tempat tinggal dan kuasanya yang diberikan Dibata untuk menjaga kelangsungan hidup di tiga alam tersebut.


         Suatu hari, saat Dibata berkeliling untuk melihat hasil karyaNya, alangkah terkejutnya Dia kala melihat ketiga anakNya berseteru, sehingga mengakibatkan kehidupan di alam atas, tengah, dan bawah menjadi terganggu. Kemudian dipanggil Dibata-lah ketiga anakNya itu, memeperingatkannya dan mendamaikannya. Namun, tetap ketiga anakNya tersebut selalu bertentangan dan tidak dapat berdamai.

Melihat hal tersebut Dibata berfikir untuk membuat pembatas yang memisahkan ketiga anaNya agar mereka tidak dapat lagi saling bersentuhan sehingga keselarasan alam dapat kembali terlaksana. Maka diciptakan Dibata-lah pembatas untuk memisahkan ketiga anakNya (bawah, tengah, dan atas). Pembatas itupun terciptalah dan akhirnya ketiga anak Dibata itupun terpisan. Kejadian ini menandakan awal terpisahnya alam atas (surgawi), tengah (duniawi), dan bawah (baka/neraka/alam orang mati).

Pada dasarnya, ketiga anak Dibata tersebut adalah saling mencintai dan menyayangi. Akan tetapi, perbedaan sifat dan watak-lah yang membuat ketiga anak Dibata tersebut jika bertemu selalu berseteru, namun jikalau tidak bertemu maka rasa rindu juga akan muncul. Oleh karena itu ketiga anak Dibata tersebut selalu berusaha menghancurkan pembatas yang diciptakan oleh Dibata Simada Kuasa agar mereka bertiga dapat kembali bertemu dan bersatu.


Alam. Sumber: Coleksi Pribadi: Bastanta P. S.
Satu ketika, anak Dibata Teruh (Paduka Ni Aji) yang berkuasa atas alam bawah berusaha menghancurkan pembatas tersebut dengan menghembuskan angin kaba-kaba(topan) yang sangat dasyat, namun usahanya tersebut tidak berhasil. Lalu dia mengulanginya kembali hingga tiga kali berturut-turut. Hal itu juga tidak berhasil! Kemudia dihembuskannyalah kembali angin kaba-kaba itu sekali-gus dari desa siempat (empat penjuru arah mata angin), yakni: utara(utara), daksina(selatan), purba(timur), dan pustima(barat) *dalam kepercayaan masyarakat tradisional Karo (Pemena), kejadian ini dikatakan sebagai awal mulanya dikenal Desa Siempat(empat arah mata angin). Dasyatnya badai topan yang dihembuskan dari empat penjuru mata angin akhirnya berhasil menghancurkan pembatas tersebut, dengan demikian maka ketiga anak Dibataitu kembali dapat bertemu dan bersatu.

Dengan bersatunya kembali ketiga anak Dibata tersebut, maka alam atas, tengah, dan bawah juga kembali bersatu. Kejadian ini mengakibatkan munculnya kembali potensi yang dapat mengakibatkan kembali terjadi perseteruan antara ketiga alam tersebut. Melihat ini, Dibata Simada Kuasa kembali berusaha untuk memisahkan ketiga anakNya! Lalu Dibata Simada Kuasa menidurkan ketiga anakNya selama pitu wari pitu berngi (tujuh hari tujuh malam) dan selama waktu mereka tertidur dengan pulasnya, Dibata membangun kembali pemisah antara mereka bertiga.

Saat hari ke-delapan dimana ketiga anak Dibata itu bangun dari tidurnya, mereka tidak dapat lagi saling melihat satu dengan lainnya karena sudah ada pembatas antara mereka. Melihat hal ini, geramlah hati anak Dibata Teruh (Paduka Ni Aji) dan dengan penuh amarah dia berusaha menghancurkan kembali pemisah tersebut dengan menghembuskan angin kalingsungsung (badai topan dibarengi dengan gempa dan tzunami) yang maha dasyat dari desa siwaluh (delapan arah penjuru mata angin: 1. Purba (timur), 2. Anguni(tenggara), 3. Daksina(selaatan), 4. Nariti(barat daya), 5. Pustima(Barat), 6. Mangabia(barat laut), 7. Utara(utara), 8. Irisen (Timur laut)). *dalam kepercayaan masyarakat tradisional Karo (Pemena), kejadian ini dikatakan sebagai awal mulanya dikenal Desa Siwaluht(delapan arah mata angin) setelah sebelumnya Desa Siempat(empat arah mata angin).  Kejadian ini membuat ketiga alam berguncang dengan dasyatnya. Di bumi sendiri terjadilah gempa yang sangat hebat membuat seluruh muka bumi berguncang, mengakibatkan terbentuknya baluren(lembah-lembah), embang(jurang), deleng(gunung/bukit-bukit), dan lawit(laut/sungai/perairan), sehingga daratan terpisah dan tercerai berai, begitu juga seluruh isi bumi. Begitu dasyatnya badai yang dihembuskan, akan tetapi tidak dapat menghancurkan kembali pembatas tersebut, sehingga ketiga anak Dibata tersebut kini benar-benar telah terpisah, begitu juga dengan alam atas, tengah, dan bawah.

Gendang Karo. Sumber: google image.
Melihat pekerjaanya itu, Dibatatidak lantas membiarkan ciptaanNya hidup begitu saja. Takut akan adanya kuasa-kuasa yang kembali dapat merusak keselarasan alam, maka Dibatamemilih salah satu mahluk ciptaanya untuk menguasai serta dapat menjaga ciptaanNya lainnya. Dibata melihat jelma(manusia) adalah mahluk yang pantas untuk itu, maka Dia mengangkat derajat manusia itu dan menganugrahinya denga pemeteh/kepentaren(ilmu pengetahuan/akal dan pikiran) *Dalam kepercayaan masyarakat tradisional Karo (Pemena), kejadian ini merupaka awal mula Dibata menganugrahi pemeteh/kepentaren(akal dan pikiran/ilmu pengetahuan) kepada manusia, salah satunya adalah “ Gendang(musik) Lima Puluh Kurang Dua (50-2 =48)” Di katakan Gendang Lima Puluh Kurang Dua (50-2) karena: “empat puluh delapan (48) gendang (rythm ‘n sound) itu dianugrahkan Dibata kepada manusia (dimainkan oleh manusia), sedangkan dua (2) gendang (rythm n sound) lainnya diperuntukkan(dimainkan) bagi (oleh) malaikat/roh.” Sehingga manusia itu kina telah memiliki akal dan pikiran. Dan, salah satu anugra yang terbesar yang juga diberikan Dibata kepada manusia adalah cita dan rasa dalam bentuk seni musik.

Kini ketiga anak Dibata dan alam yang dikuasainya telah benar-benar terpisah, namun Dibata dengan kasih setianya, masih mengijinkan mereka bertiga (alam atas, tengah, dan bawah) untuk berkomunikasi melalui Guru Mbelin (dalam masyarakat Karo, Guru = orang yang memiliki ilmu pengetahuan/pintar, memiliki pengetahuan/kekuatan mystik, kebijaksanaan,  pengobatan, agama,dll). Dan dalam tradisi masyarakat Karo dunia Guru Mbelin inilah cara/media untuk dapat berkomunikasi denga alam atas, tengah, dan bawah.

Cerita ini dikutip dari cerita kepercayaan masyarakat tradisional Karo(Pemena)  tentang: “Penciptaan Manusia dan Alam Semesta.”

Sekian... dan Mejuah-juah.

By Unknown at 15.01
Labels: Agama Pemena, budaya Karo, cerita rakyat, Turi-turin (cerita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts

Memuat...

Lirik Terpopuler

  • Rimta Mariani Br Ginting - Merangap
  • Cawir Metua - Usman Ginting
  • Marga-Marga Suku Batak
  • Bombang - Eso Pandia
  • LIRYC LAGU KARO KUBABA PENGINDO
  • Liryc Lagu Karo Belo La Ertangke
  • PEE GBKP SUPLEMEN JILID III
  • Lagu Karo Putus Hungungen - Rimta Mariani Ginting
  • Lagu Karo Usman Ginting - Uis Male
  • Ertutur

Total Tayangan Halaman

Terjemahkan

Labels

0.Nonstop 00.Onestop 000. Lagu Karo Streaming 1.Lagu Karo 2.Download Lagu 3.Video Lagu Karo 4.Lirik Lagu 5.Kreasi Lagu 5.Video Karo 6.Campur Lagu Karo 7.AutoPlay 8.Perkolong Abdul Ferly Sitepu Aci Br Sembiring Agama Pemena Agus Ninto Tarigan Agustina Br Surbakti Agustina Br Tarigan Agustina Sembiring Aktifitas Orang Karo Alan Dani Sitepu Alan Dhany Sitepu Alasen Barus Album Mory band Andi Rallo Ginting Anita Br Sembiring Anta Prima Ginting Ardi Purba Artikel Artikel Lama Artikel Penting Asmahera Sinulingga Bahagia Surbakti bani subarja bank mandiri bank pemerintah belajar cakap Karo Belo La Ertangke berita Bombang budaya Karo BUMN cakap Karo cerita rakyat Cerpen (turgen) Charles Simbolon Darius Sembiring Datuk Muda Barus Djaga Depari Dolatta Perangin-Angin Download download lagu karo Eddy Tarigan Efry Ejayani Br Tarigan Egi Suranta Ginting Egy Suranta Ginting Emelia Conthesa Erna Br Ginting ertutur Erwina Br Bangun Erwina Hani Bangun Eso Pandia Fajar Pinem Fakta Ginting film film Karo Fitri Br Sinuraya Foto-Foto Frans Uluna Ginting Frans Xaverius Tarigan Games gereja Gerga Group Grup Endakustik Handay Tarigan Harto Tarigan hasil cakap-cakap Hormat Barus Humor Ica Br Ginting idolaku iklan image jamburta Jhon Lewi Keliat Jhon Pradep Tarigan John Lewi Keliat Joket Penceng Jovri Tarigan Jujuren Sinulingga jusuf sitepu Kampung Karo Koleksi Vokal Kompor Kitik kontes Kontes blog Karo 2013 Kumpulan Lagu Karo La terlarang Lagu Karo Lagu Karo Terbaru lagu perjuangan Langsat Tarigan Laura Br Sembiring lelucon lirik lagu Lirik Lagu Karo lirycs Lois Tarigan Luther Tarigan Magdalena Br Barus Maharahi Br Tarigan Maharahi Br Tarigan. Maharani Br Tarigan mandiri kartu kredit mandiri kpr mandiri kta mandiri tabungan mandiri tabungan rencana Mawar Br Ginting Medan Sekitarnya Melita Br Milala Merangap Monica Br Sembiring mp3 karo mp3 karo terbaru musik Musik Karo Neni Olivia Br Tarigan Netty Vera Bangun Netty Vera Br Bangun Nonstop Lagu karo Nuri Br Ginting ONLINE TV Opini Orang Karo Panorama Karo Pasu Br karo Pelawak Cot Dogol pemena Penelitian ilmiah Perlengkapan Karo Pertanian Kini Pijerta Sinulingga player playlist mp3 karo Ramona Purba Ramses Sembiring Rimta Mariani Br Ginting Rimta mariani Ginting Rini Br Surbakti Robby Ginting Rosdiana Ginting Sabarta Sitepu Samuel Sembiring Santi Br Ginting Sastrawan Tarigan Sejarah Stevenson Ginting Sudarto Sitepu survey Susi Br Surbakti tambak ratah Tesalonika Br Barus Teshalonika Barus Tio Fanta Pinem Tokoh dari Karo Turi-turin (cerita) Tutorial Uchi Br Tarigan Usman Ginting Veronika Br Bangun Veronika Br Ginting video Video Lagu widgate Wilayah wisata karo

About

Lirik Lagu Karo Terbaru - Temukan Lirik Lagu Karo Terbaru 2022

Web Links

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © Lirik Lagu Karo. All rights reserved. Template by Romeltea Media